PM-AAS Tegallalang Dikejot, Targetkan Produktivitas Padi
Gianyar, 4 Agustus 2026 – Komitmen mempercepat modernisasi pertanian di Bali terus diperkuat melalui kolaborasi antara Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali dan jajaran penyuluh pertanian. Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam padi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Subak Puakan, Banjar Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi PM-AAS yang bertujuan meningkatkan luas tanam, produktivitas, serta efisiensi usaha tani sebagai langkah nyata mendukung program swasembada pangan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim BRMP Bali, Penyuluh Pertanian Provinsi Bali, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegallalang, Penyuluh Pertanian Lapangan se-Kecamatan Tegallalang, serta para petani di sekitar lokasi.
Penanaman dilakukan di lahan milik I Wayan Tumbuh dan I Wayan Mula Arnaya dengan luas masing-masing 0,03 hektare. Sebelum tanam, tim melakukan pengukuran tingkat keasaman (pH) tanah dan memperoleh hasil sebesar 6,6 yang menunjukkan kondisi tanah cukup baik untuk budidaya padi.
Selama ini produktivitas padi di Subak Puakan berkisar antara 4 hingga 5,5 ton per hektare. Namun, keterbatasan ketersediaan air masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi hasil produksi petani.
Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penerapan PM-AAS, BRMP Bali memberikan bantuan drum seeder manual 4:1, benih padi varietas Inpari 32, serta pendampingan teknis dan diseminasi teknologi budidaya yang disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. Sementara itu, para penyuluh pertanian berperan aktif mendampingi petani sejak tahap persiapan lahan, penanaman, hingga pengawalan panen.
Melalui PM-AAS, petani didorong menerapkan sistem budidaya padi yang lebih modern dengan memanfaatkan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang, pengelolaan air yang efisien, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
Selain mendampingi secara teknis, penyuluh pertanian juga mengajak petani untuk semakin terbuka terhadap inovasi dan berani mengadopsi teknologi pertanian modern yang telah terbukti mampu meningkatkan hasil usaha tani.
Kolaborasi erat antara BRMP Bali dan penyuluh pertanian diharapkan menjadi model percepatan modernisasi pertanian di Bali. Dengan sinergi yang terus diperkuat, implementasi PM-AAS diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.